Apakah Ada Perbedaan TB Dan TBC?

  • July 16, 2021

TBC (Tuberkulosis) yang juga dikenal dengan TB adalah penyakit paru-paru akibat kuman Mycobacterium tuberculosis. Singkatan TB dan TBC merujuk ke hal yang sama, yaitu Tuberkulosis. Jadi, tidak ada perbedaan Tb dan TBC karena keduanya memiliki makna yang sama. Kabar baiknya penyakit ini bisa diobat walaupun dalam jangka waktu yang lama, antara 6-24 bulan tergantung tipe TB nya. TBC akan menimbulkan gejala berupa batuk yang berlangsung lama (lebih dari 3 minggu), biasanya berdahak, dan terkadang mengeluarkan darah.

Penderita TBC harus menutup mulut ketika batuk dan bersin agar tidak menularkan bakteri ke orang lain

Jika Anda ingin mengetahui apakah ada kuman TBC atau tidak dalam tubuh, Anda bisa melakukan cara – cara ini untuk menentukan diagnosis TBC.

  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan seputar gejala yang dialami oleh penderita. Demikian pula dengan riwayat medis dan faktor risiko penderita.

  • Pemeriksaan fisik

Selama pemeriksaan fisik, dokter akan mengecek ada tidaknya pembesaran kelenjar getah bening, dan memakai stetoskop untuk mendengarkan suara yang dihasilkan oleh paru-paru saat Anda bernapas. 

  • Tes Mantoux

Tes Mantoux dilakukan dengan menyuntikkan zat tuberkulin ke lapisan kulit, lalu dokter akan melihat reaksi kulit terhadap zat tersebut pada 48-72 jam kemudian.Di Indonesia, pemeriksaan dengan nama lain uji tuberkulin ini umumnya dianjurkan untuk anak-anak. Pasalnya, mereka jarang menghasilkan dahak sehingga sulit menjalani tes dahak.Hasil positif uji tuberkulin menunjukkan adanya infeksi. Sebaliknya, hasil negatif belum tentu menyingkirkan diagnosis TBC. Karena itu, perlu pemeriksaan penunjang lebih lanjut.

  • Tes darah

Tes darah lebih umum digunakan oleh dokter untuk mendeteksi ada tidaknya bakteri TB dalam tubuh pasien. Biasanya akan diperiksa Laju Endap Darah (LED) untuk melihat infeksi dalam tubuh. Pasalnya, pemeriksaan ini lebih efektif sebagai proses diagnosis.

  • Rontgen dada dan tes dahak

Apabila hasil tes kulit atau tes darah menunjukkan hasil positif, dokter biasanya akan merujuk pasien untuk melakukan rontgen dada dan tes sputum (dahak). Khususnya pada orang dewasa.

Cara mengobati TBC yang utama adalah obat antibiotik. Pasalnya, penyakit ini terjadi karena adanya infeksi bakteri. Namun jenis obat TBC dan durasi penanganannya akan tergantung pada usia dan kondisi kesehatan pasien, jenis TB, serta risiko resistensi antibiotik. Berikut langkah pengobatan TBC berdasarkan jenis penyakitnya.

  1. Pengobatan TB laten

TB laten bisa berkembang menjadi TB aktif yang bergejala dan menular, sehingga tetap perlu diobati. Dokter biasanya memberikan tiga pilihan obat antibiotik.

  1. Isoniazid

Obat antibiotik ini paling umum diresepkan dalam penanganan TB laten. Pasien biasa perlu mengonsumsi isoniazid setiap hari selama sembilan bulan.

  1. Rifampicin

Rifampicin atau rifampin menjadi pilihan bila pasien tidak dapat mengonsumsi isoniazid. Obat ini perlu dikonsumsi tiap hari selama empat bulan oleh penderita.

  1. Kombinasi isoniazid dan rifapentine

Kedua obat ini dapat dikonsumsi secara bersamaan, yakni satu kali seminggu dan selama tiga bulan.

  1. Pengobatan TB aktif

Penderita penyakit TBC aktif perlu minum beberapa jenis antibiotik selama 6-9 bulan agar benar-benar sembuh. Jenis-jenis obat TBC yang perlu dikonsumsi meliputi

  1. Ethambutol
  2. Isoniazid
  3. Pyrazinamide
  4. Rifampicin
  1. Pengobatan TBC akibat resistensi antibiotik

Apabila pasien mengidap jenis tuberkulosis yang tidak bisa disembuhkan dengan obat-obat TBC yang umum, ia dikatakan mengidap TBC resisten terhadap obat. Kondisi ini juga disebut resistensi antibiotik.TBC resisten antibiotik perlu ditangani dengan kombinasi obat-obatan lain, yang mungkin kurang efektif. Durasi pengobatannya juga bisa lebih lama, yaitu 20-30 bulan. Jenis obat TB resisten antibiotik yang biasa diberikan bisa berupa.

  1. Antibiotik fluoroquinolone
  2. Antibiotik suntik, seperti amikacin, capreomycin, dan kanamycin
  3. Antibiotik lain, seperti bedaquiline, ethionamide, dan asam salisilat para-amino

Jadi, tidak ada perbedaan TB dan TBC. Pengobatan dan penyembuhan TB ini sangat rumit. Apabila tidak ditangani dengan tepat, penyakit ini dapat berakibat fatal. Jadi sangat penting bagi pasien untuk mengikuti anjuran dokter dengan saksama.