Kumpulan Masjid Megah Di Manado

Masjid Agung Awwal Fathul Mubien

Masjid Agung Awwal Fathul Mubien adalah masjid pertama yang didirikan di wilayah Manado dan Minahasa, dan sekarang merupakan masjid terbesar kedua di kota Manado setelah Masjid Agung Ahmad Yani Manado. Dimulai dengan bangunan kayu sederhana hingga menjadi bentuk terbesar saat ini, menjadi saksi sejarah perkembangan Islam di kota Manado dan sekitarnya.

Kumpulan Masjid Megah Di Manado

Masjid agung Awwal Fathul Mubien terletak di Jalan Sultan Hasanuddin, desa Islam, kecamatan Tuminting, Kota Manado. Itu disebut Kampung Islam atau Kelurahan Islam, karena di masa lalu seluruh penduduk memang penganut Islam. Jual Kubah Masjid Di Manado

Hanya ketika era kolonial Jepang mengubah komposisi penduduk, termasuk pengikut agama selain Islam. Namun sejauh ini 80% penduduk desa ini adalah Muslim.

Sejarah Masjid Agung Awwal Fathul Mubien

Masjid Agung Manado didirikan pada tahun 1802. Awwal Fathul Mubien ketika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, yang berarti pembukaan atau pembukaan yang nyata. Pendirian masjid ini karena lokasi pada waktu itu sering merupakan konflik antara suku asli yang mendiami bagian utara Manado dan suku yang mendiami wilayah selatan. Karena perselisihan ini, sebuah masjid dibangun di tengah desa, Awal Fathul Mubien.

Bangunan masjid dulunya sangat sederhana. Yayasan ini hanya menggunakan batu karena daerah tersebut merupakan daerah pantai. Lantai adalah papan dan bagian dari dinding masih papan. Seiring waktu, dan banyak orang mulai, masjid ini direnovasi.

Ini pertama kali dipulihkan pada tahun 1830. Masjid ini direnovasi menjadi 8 x 8 meter. Yayasan mulai menggunakan campuran kapur dengan trass. Kemudian dipugar kembali hingga tahun 1967 dan 1995, sehingga ukuran bangunan masjid adalah 26×26 meter. Ukurannya belum berubah sejauh ini.

Masjid Agung Suada adalah salah satu ikon agama kota Manado. Masjid ini terletak di Jln. Abdul Wahab Azasi adalah salah satu masjid dengan arsitektur indah di Sulawesi Barat.

Masjid mulai pembangunan pada 20 Oktober 2006 dan didedikasikan pada 10 Mei 2008 oleh Bupati Manado saat itu Suhardi Duka.

“Masjid ini dibangun atas prakarsa Pemerintah Manado. Batu fondasinya diletakkan pada bulan Ramadhan tahun 2006 dan digunakan pada bulan Ramadhan tahun 2009,” kata Imam Masjid Agung Suada Manado, Namru Asdar.

Menurutnya, arsitektur masjid ini terinspirasi oleh masjid-masjid di Turki dengan 4 menara yang mengelilingi masjid setinggi 75 meter yang dirancang oleh arsitek asli Manado, Hasan Yamani.

Masjid Al Munawwar

Masjid ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1963, tetapi pada saat itu bangunannya terbuat dari kayu. Seiring dengan perubahan zaman dan meningkatnya jumlah orang di tempat itu, dirasakan bahwa ada kebutuhan untuk layanan ibadah yang lebih dan lebih representatif, sehingga masjid yang ada dibangun.

Ada cerita menarik dalam menentukan lokasi masjid ini. Pada saat itu, dikombinasikan dengan bulan Ramadhan, beberapa warga di sana melihat seberkas cahaya di satu tempat, di mana masjid saat ini sedang dibuat. Warga percaya bahwa cahaya adalah penuntun dari Allah.

Masjid Al Madaniah

Tepat di seberang kantor Parlemen Regional Manado Utara, Masjid Al Madaniah Pasangkayu cukup megah. konstruksi ikon keagamaan dalam dimensi ini menghabiskan biaya puluhan miliar rupiah.

Masjid Al Madaniah memiliki dua menara setinggi sekitar 50 meter dan menyimpang dari Quran kuno yang berusia ratusan tahun.

Di balik kebesaran Masjid Al Madaniah tersimpan jejak sejarah pertempuran Agus Ambo Djiwa yang saat ini menjabat sebagai bupati dari dimensi dua periode, yang ingin membangun jamaah bagi umat Islam dalam dimensi.

“Masjid Al Madaniah ini adalah salah satu bentuk perjuangan saya dengan berbagai macam perwakilan saya Muhammad Saal, yang mana pada periode awal hingga periode Bagian 11 yang Andal, untuk membangun dan menyediakan fasilitas untuk beribadah di sekitar kompleks kantor Bupati.” Bupati Agus Ambo Djiwa mengatakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*